Jakarta (omahberita.com) - Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia meningkat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik pada periode tersebut mencapai 101.171 unit atau meningkat 97,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, tiga model mencatat distribusi tertinggi, yakni Jaecoo J5 EV, BYD Atto 1, dan Geely EX2.
Jaecoo J5 EV menjadi model dengan distribusi kumulatif terbanyak, mencapai 23.359 unit hingga Agustus 2026.
BYD Atto 1 dengan distribusi 19.909 unit.
Geely EX2 berada di urutan ketiga dengan 9.769 unit. Ketiga model tersebut menunjukkan kuatnya kehadiran merek asal China dalam pasar mobil listrik Indonesia.
Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan pertumbuhan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) saat ini menunjukkan tren meningkat. Menurutnya, kategori NEV tidak hanya mencakup mobil listrik berbasis baterai, tetapi juga kendaraan hybrid dan plug-in hybrid (PHEV).
"Saya menggunakan istilah New Energy Vehicles (NEV), jadi bukan hanya BEV saja, atau bukan mobil listrik saja, tapi termasuk juga hybrid, plug-in hybrid (PHEV). Itu adalah New Energy Vehicles. Itu punya tren yang meningkat," ujarnya.
Kukuh menjelaskan, pangsa pasar NEV hingga Maret mencapai sekitar 24,9 persen. Dari angka tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai memiliki pangsa sekitar 15 persen, sementara sisanya berasal dari kendaraan hybrid dan plug-in hybrid.
Tahun sebelumnya, total pangsa pasar NEV berada di kisaran 12–13 persen. Kini, pangsa pasar tersebut telah mencapai lebih dari 20 persen. Menurut Kukuh, salah satu faktor yang berkaitan dengan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik adalah harga kendaraan yang semakin menjangkau konsumen.
"Masyarakat Indonesia itu membeli kendaraan yang harganya di bawah Rp300 juta," kata Kukuh dalam DeskJabar.com.
Ia mencontohkan BYD Atto 1 yang diluncurkan pada pertengahan 2025 dengan harga mulai dari Rp195 juta untuk wilayah Jakarta. Mobil listrik tersebut kemudian menarik perhatian konsumen karena berada pada rentang harga yang relatif terjangkau.
Jaecoo J5 EV Pimpin Distribusi
Jaecoo J5 EV menjadi mobil listrik dengan distribusi kumulatif tertinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Model tersebut mencatat 23.359 unit dan berada di posisi pertama dalam daftar mobil listrik dengan distribusi terbanyak.
Jaecoo J5 EV merupakan SUV listrik yang menawarkan desain tangguh, fitur modern, serta harga di kelas Rp300 jutaan. Mobil tersebut juga memiliki karakter SUV kompak dengan ground clearance tinggi dan kabin yang lapang.
Pilihan baterai yang mendukung jarak tempuh jauh menjadi salah satu bagian yang ditawarkan model tersebut. Karakter tersebut membuat Jaecoo J5 EV menyasar konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik, tetapi tetap menginginkan posisi duduk tinggi dan tampilan SUV.
Di posisi kedua terdapat BYD Atto 1 dengan distribusi kumulatif 19.909 unit hingga Agustus 2026. Pada Agustus saja, model tersebut menjadi mobil listrik dengan distribusi terbanyak, yakni 5.560 unit.
BYD Atto 1 menyasar konsumen yang membutuhkan mobil listrik kompak untuk penggunaan di perkotaan. Dimensi yang ringkas, fitur modern, dan harga yang lebih terjangkau menjadi sejumlah faktor yang membuat model tersebut diminati.
Sementara itu, Geely EX2 berada di posisi ketiga dengan distribusi 9.769 unit hingga Agustus 2026. Pada Agustus, model tersebut mencatat distribusi sekitar 1.495 hingga 1.595 unit berdasarkan perbedaan laporan media yang mengutip data distribusi.
Geely EX2 memiliki karakter sebagai mobil listrik perkotaan dengan desain modern, kabin praktis, serta ukuran yang mudah digunakan di jalan perkotaan.
Jika melihat distribusi khusus Agustus, BYD Atto 1 berada di posisi pertama dengan 5.560 unit. Jaecoo J5 EV berada di posisi kedua dengan 3.214 unit, sedangkan Geely EX2 berada di posisi ketiga dengan sekitar 1.500-an unit.
Namun, jika menggunakan perhitungan kumulatif Januari–Agustus 2026, Jaecoo J5 EV tetap berada di posisi teratas dengan 23.359 unit.
Pilihan Model dan Harga Dorong Minat
Meningkatnya penjualan mobil listrik juga tidak terlepas dari semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia. Konsumen kini memiliki pilihan mulai dari city car, hatchback, SUV kompak hingga MPV listrik.
Persaingan harga turut membuat kendaraan listrik semakin dekat dengan konsumen kelas menengah. Sejumlah mobil listrik baru berada pada rentang harga Rp150 juta hingga Rp300 jutaan sehingga mulai bersinggungan dengan kendaraan low cost green car (LCGC) dan mobil berbahan bakar bensin untuk penggunaan di perkotaan.
Selain harga dan pilihan model, fitur kendaraan listrik juga semakin lengkap. Konsumen dapat menemukan fitur seperti sistem bantuan pengemudi, konektivitas digital, kamera 360 derajat, fast charging, serta jarak tempuh yang dinilai cukup untuk aktivitas harian.
Biaya operasional juga menjadi salah satu pertimbangan ketika konsumen memilih kendaraan listrik. Mobil listrik tidak membutuhkan bensin dan memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan dengan mesin pembakaran.
Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memperhitungkan sejumlah biaya, seperti pemasangan home charging, tarif listrik, asuransi, pajak, serta garansi baterai sebelum membeli kendaraan listrik.
Data Gaikindo yang digunakan dalam daftar tersebut merupakan data wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer. Karena itu, angka tersebut tidak selalu menunjukkan jumlah kendaraan yang telah dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir. Data penjualan secara ritel dapat berbeda dengan angka distribusi tersebut.
Dengan distribusi mencapai 101.171 unit hingga Agustus 2026, pasar mobil listrik berbasis baterai di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jaecoo J5 EV memimpin secara kumulatif, BYD Atto 1 menjadi model dengan distribusi tertinggi pada Agustus, sedangkan Geely EX2 memperkuat persaingan di segmen mobil listrik perkotaan.
as a preferred source on Google
0 Komentar