Jakarta (omahberita.com) - Digitalisasi semakin didorong untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar. Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya untuk membuat UMKM hadir di ruang digital, tetapi juga harus mampu meningkatkan efisiensi usaha dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengatakan pelaku usaha perlu mengubah pola pemanfaatan teknologi dari sekadar “go online” menjadi “go productive”. Menurutnya, teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kegiatan usaha, mulai dari efisiensi produksi hingga pengelolaan keuangan dan persediaan.
“Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengelola keuangan dan persediaan, membaca kebutuhan konsumen, hingga menciptakan inovasi,” kata Helvi dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, dikutip dari ANTARA.
Helvi menilai transformasi digital tidak seharusnya hanya dipandang sebagai penambahan saluran pemasaran bagi UMKM. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk memperbaiki kinerja usaha dan membantu pelaku UMKM mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar.
Menurut Helvi, pemanfaatan teknologi merupakan salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing UMKM dan membantu produk lokal menembus pasar global. Selain teknologi, ia menyebut kemitraan dan akses pasar sebagai bagian penting dalam pengembangan kapasitas usaha.
Ia juga mendorong UMKM membangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti perusahaan besar, badan usaha milik negara (BUMN), lembaga pembiayaan, distributor, pembeli, platform digital, hingga perguruan tinggi. Kemitraan tersebut dinilai dapat membantu UMKM memperoleh akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, standardisasi, dan rantai pasok.
Dorongan pemanfaatan teknologi juga datang dari Kementerian Perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk membantu memperluas pemasaran hingga pasar internasional.
Budi menyampaikan hal tersebut saat membuka program pelatihan “Gapai Pasar Global dengan AI” bersama Meta di Jakarta pada 9 September. Menurutnya, AI dapat menjadi senjata ampuh bagi pelaku UMKM dalam memasarkan dan menjelaskan produk kepada calon pembeli dari luar negeri sehingga produk lebih mudah dikenal oleh pasar global.
“Jadi nanti ada pelatihan bagaimana menggunakan teknologi digital, khususnya AI. Cara kita berjualan seperti apa, saya pikir dengan AI nanti lebih mudah kita bisa menembus pasar global,” ujar Budi, dikutip dari ANTARA.
Pemanfaatan AI tersebut tidak hanya ditujukan bagi UMKM yang sudah berorientasi ekspor. Menurut Budi, teknologi serupa juga dapat digunakan pelaku usaha untuk memperluas penjualan di pasar domestik. Dengan demikian, teknologi digital dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan skala pasar masing-masing usaha.
Program pendampingan yang digelar Kemendag bersama Meta Indonesia dan UMKIndonesia ID tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM. Materi pendampingan diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk pemasaran dan periklanan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu memperkenalkannya kepada konsumen secara lebih luas.
Budi mengatakan kualitas produk tetap menjadi salah satu dasar penting bagi UMKM untuk masuk ke pasar ekspor. Namun, kemampuan memasarkan produk juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Produk yang telah memenuhi standar perlu didukung strategi pemasaran yang mampu menjangkau calon pembeli.
“Produk-produk ini memang sudah memenuhi atau standar ekspor, sehingga sekarang fokus kita adalah bagaimana cara berjualan, bagaimana cara beriklan,” katanya, dikutip dari ANTARA.
Pemerintah berharap peningkatan kemampuan digital dapat memperkuat daya saing UMKM Indonesia. Bagi pelaku usaha, penggunaan teknologi dapat menjadi sarana untuk memahami kebutuhan konsumen, memperbaiki pengelolaan usaha, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Namun, digitalisasi juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan usaha secara menyeluruh. Kehadiran UMKM di platform digital tidak otomatis membuat usaha menjadi lebih produktif apabila tidak diikuti dengan pengelolaan keuangan yang baik, efisiensi produksi, inovasi, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Karena itu, dorongan pemerintah saat ini tidak hanya mengarah pada peningkatan jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan agar memberikan hasil nyata bagi perkembangan usaha, baik melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan akses pasar.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI dan teknologi digital, pelaku UMKM memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau. Tantangannya adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar digunakan sebagai alat untuk mengembangkan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi.
as a preferred source on Google
0 Komentar