Omah Berita Logo

Jepang Imbau Warga Siapkan Stok Kebutuhan Darurat 7 Hari, Ada Apa?

Ilustrasi Jepang memberikan peringatkan warganya untuk mempersiapkan kebutuhan darurat. (Doc: Jawapos)
Ilustrasi Jepang memberikan peringatkan warganya untuk mempersiapkan kebutuhan darurat. (Doc: Jawapos)

Tokyo (omahberita.com) - Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi situasi darurat, terutama bencana alam seperti gempa bumi. Warga disarankan memiliki stok air minum, makanan tahan lama, dan perlengkapan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan setidaknya tiga hari, atau hingga tujuh hari jika memungkinkan.

Imbauan tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan rumah tangga ketika bencana mengganggu aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan Inggris yang mendorong masyarakat bersiap menghadapi berbagai risiko keamanan, Jepang berfokus pada potensi gempa bumi dan gangguan layanan publik akibat bencana alam.

Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, mengatakan pemerintah berencana mengeluarkan imbauan darurat pada 2 November 2026. Waktu tersebut bertepatan dengan dimulainya operasional badan nasional penanggulangan bencana yang baru di Jepang.

Dalam laporan stasiun televisi Jepang FNN pada Selasa (27/10/2026), Hosono menyampaikan bahwa rumah tangga perlu mempunyai persediaan yang cukup untuk bertahan tanpa bantuan pemerintah selama beberapa hari. Masyarakat juga didorong mempersiapkan kebutuhan untuk jangka waktu satu minggu apabila memiliki kemampuan.

AIR MINUM DAN MAKANAN JADI PERSEDIAAN UTAMA

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam persiapan darurat adalah air minum. Pemerintah Jepang merekomendasikan persediaan sekitar tiga liter air per orang setiap hari.

Dengan perhitungan tersebut, satu orang membutuhkan sekitar sembilan liter air untuk tiga hari. Sementara itu, persediaan untuk tujuh hari mencapai sekitar 21 liter per orang.

Selain air, masyarakat dianjurkan menyimpan makanan yang tidak mudah rusak dan dapat dikonsumsi tanpa proses memasak yang rumit. Beras, makanan kaleng, serta makanan kering dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan selama akses ke toko dan layanan distribusi terganggu.

Perlengkapan sanitasi juga perlu disiapkan sebelum bencana terjadi. Warga disarankan memiliki toilet portabel atau kantong khusus untuk kebutuhan buang air, dengan perkiraan penggunaan sekitar lima kali per orang setiap hari.

Persediaan tersebut diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan dari luar pada fase awal setelah bencana. Sebab, kerusakan infrastruktur maupun gangguan transportasi dapat membuat distribusi kebutuhan pokok tidak berjalan normal.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement