Jember (Omahberita.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Hingga akhir Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan PMI Jember mencapai lebih dari 800 ribu liter. Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 1.200 warga yang tersebar di sejumlah titik terdampak kekeringan.
Dalam sehari, PMI Jember menyalurkan sekitar 15 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan kebutuhan air bersih meningkat seiring kemarau yang berlangsung cukup panjang.
“Kemarau yang semakin panjang membuat kebutuhan air bersih melonjak drastis. Kami berupaya semaksimal mungkin hadir untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi,” ujarnya.
Salah satu wilayah yang menjadi prioritas distribusi adalah Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. PMI Jember telah rutin memasok air bersih ke wilayah tersebut sejak Juli 2026 setelah sumur warga mulai mengering.
Persoalan yang dihadapi warga bukan hanya terbatasnya ketersediaan air. Air sumur yang masih tersisa juga disebut berpotensi mengalami persoalan kualitas akibat dugaan rembesan limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) di sekitar wilayah tersebut.
Selain Dusun Bunder, distribusi air bersih juga dilakukan di sejumlah wilayah lain, di antaranya Perumahan Rengganis dan Dusun Plingian di Kelurahan Antirogo, Dusun Darungan Utara Desa Jubung, Desa Curahmalang, Dusun Tegalwatu, serta Kelurahan Tegalbesar.
Namun, upaya distribusi air bersih masih menghadapi kendala. PMI Jember mengaku menerima permohonan bantuan dari lebih banyak wilayah yang mengalami krisis air, tetapi keterbatasan armada membuat penyaluran harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan tingkat kebutuhan.
Saat ini, PMI mengandalkan mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter yang harus bolak-balik mengisi dan mengirimkan air ke berbagai lokasi terdampak.

as a preferred source on Google
0 Komentar