Puluhan Ribu Marinir Dikerahkan ke Jakarta, Ada Apa?

Prajurit Korps Marinir TNI AL berjalan di dekat kendaraan tempur amfibi AAV M-35 di Markas Komando Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kementerian Pertahanan menyerahkan 12 kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat kepada Korps Marinir Angakatan Laut pada tahap pertama dari total 35 unit ranpur untuk modernisasi alutsista dan memperkuat Korps Marinir dalam operasi amfibi (Doc: anatara/republika.co.id
Prajurit Korps Marinir TNI AL berjalan di dekat kendaraan tempur amfibi AAV M-35 di Markas Komando Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kementerian Pertahanan menyerahkan 12 kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat kepada Korps Marinir Angakatan Laut pada tahap pertama dari total 35 unit ranpur untuk modernisasi alutsista dan memperkuat Korps Marinir dalam operasi amfibi (Doc: anatara/republika.co.id

Jakarta (Omahberita.com) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 20.980 personel Korps Marinir ke wilayah Jakarta secara bertahap. Pengerahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan berkaitan dengan isu atau kasus tertentu yang tengah menjadi perhatian publik.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Muhammad Nas mengatakan, pengerahan pasukan merupakan bagian dari kegiatan rutin TNI.

“Pengerahan pasukan itu merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiap-siagaan,” kata Nas seperti dilansir Republika, Rabu (4/11/2026).

Ia juga meminta masyarakat tidak mengaitkan penambahan personel tersebut dengan berbagai isu yang berkembang.

“Nggak perlu dikaitkan dengan isu-isu apa pun. Dan nggak ada juga yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar surat cepat di kalangan wartawan sejak Selasa (3/11/2026) malam. Dokumen yang ditujukan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan jajaran komandan satuan tugas TNI AL itu memuat rencana pengerahan 20.980 personel Marinir ke Jakarta.

Pengerahan dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama sebanyak 2.100 personel telah diberangkatkan pada 2 November 2026 dengan memanfaatkan satuan yang tersedia dari Kodam Jaya.

Tahap kedua melibatkan 3.500 personel dari luar Jakarta pada 4 November, disusul 2.240 personel pada tahap ketiga. Sementara itu, tahap keempat mencakup 13.140 personel dari luar Jakarta.

Surat tersebut juga mencantumkan kebutuhan anggaran sebesar Rp520,5 juta untuk uang makan dan transportasi personel melalui jalur darat maupun laut.

Meski demikian, TNI menegaskan pengerahan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan tidak perlu dikaitkan dengan isu lain.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement