BMKG: 21 Wilayah di Jatim Diprediksi Hujan Deras Diminta Waspada Banjir dan Hujan Es

BMKG: 21 Wilayah di Jatim Diprediksi Hujan Deras  Diminta Waspada Banjir dan Hujan Es

Surabaya(omahberita.com),-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrim di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 2-9 November 2026.

Potensi cuaca ekstrim itu seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, kemudian petir dan angin kencang. Kondisi tersebur berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

BMKG menyatakan ada 21 wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, serta Magetan.

BMKG Juanda menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut berkaitan dengan sebagian besar wilayah Jawa Timur yang mulai memasuki masa peralihan atau pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan.

Dalam tujuh hari ke depan, sejumlah faktor atmosfer diperkirakan mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Faktor pemicunya antara lain adalah gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur dan pola pertemuan angin atau konvergensi.

Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Kondisi tersebut dapat memicu hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Dampaknya tidak hanya berupa genangan dan banjir, tetapi juga berpotensi menimbulkan banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga hujan es.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak selama periode tersebut.

Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement