Surabaya(omahberita.com),-Sejumlah daerah di provinsi Jawa Timur dilanda hujan ringan dan hujan sedang sejak Minggu hingga Senin (1-2/11/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan ringan dan sedang masih akan mengguyur sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa BNPB telah menyiapkan dan menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan yang kemungkinan berlangsung di berbagai daerah.
"Langkah strategis itu mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi masyarakat,"kata Berton dalam siaran persnya.
Kebijakan itu, kata Berton, sudah disebarkan melalui Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027.
"Surat edaran itu ditujukan kepada gubernur serta bupati dan wali kota di seluruh Indonesia,"katanya.
Surat edaran itu ditetapkan dan disebarkan berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai prediksi musim hujan 2026/2027, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada akhir 2026 hingga awal 2027.
"Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi,"katanya.
Berton menambahkan, BNPB mengambil langkah itu untuk kesiapsiagaan dari awal demi menyelamatkan jiwa, meminimalisir kerugian harta benda, serta menjaga koordinasi serta penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan terpadu.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
“Pemetaan dilakukan berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, rencana kontingensi, portal InaRISK, Portal Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI), dan sumber informasi resmi lainnya. Hasil pemetaan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan prioritas kesiapsiagaan di masing-masing daerah,” ujarnya.

as a preferred source on Google
0 Komentar