Banten,(omahberita.com)---Terhitung sudah sepekan lima orang wartawan peliput erupsi Gunung Anak Krakatau hilang. Hingga kini, mereka belum ditemukan. "Tim gabungan masih terus melakukan pencarian, memperluas jangkauan,"kata Al Amrad, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Senin (14/09/2026).
Menurutnya, upaya pencarian itu melibatkan unsur gabungan di laut, darat dan udara dnegan melibatkan drone thermal, kapal laut dan helikopter. Area operasi pencarian juga diperluas menjadi enam sektor dengan total luas 6.010 mil laut persegi. "Mudah-mudahan segera ditemukan,"katanya menambahkan.
Sebelumnya, pada Senin (07/09) sekitar pukul 14.00 wib, rombongan wartawan melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Mereka naik sebuah speedboat. Data yang diterima omahberita.com menyebutkan, rombongan itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Arie Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (Jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).
Rombongan itu mengalami hilang kontak (lost contact) di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Kemudian pada pukul 18.13 WIB sempat terpantau berada di sekitar Anak Gunung Krakatau. Namun, mereka kembali hilang kontak hingga akhirnya pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB operasi SAR hari pertama mulai dilakukan.
Sandi Wiyasa, pemilik kapal yang disewa rombongan wartawan itu mengatakan, mereka menyewa kapal untuk rute pulang-pergi ( pergi pagi dan kembali ke kawasan Carita, Pandeglang, pada sore hari. Namun, hingga malam, kapal tersebut belum kembali. "Saya menyangka rombongan menginap di pulau sekitar Anak Krakatau.Di sana memang tidak ada sinyal,"kata dia. (*)
as a preferred source on Google

0 Komentar