Omah Berita Logo
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...

Hari ke-9 Wartawan Hilang di Selat Sunda, Pencarian Diperpanjang

Salah satu kapal tim pencari wartawan hilang di Selat Sunda. Doc; Istimewa
Salah satu kapal tim pencari wartawan hilang di Selat Sunda. Doc; Istimewa

Banten (omahberita.com),---Hingga hari ke-9 hilangnya 5 wartawan di perairan Selat Sunda, Tim gabungan masih belum menemukan jejak yang berarti. Namun demikian, proses pencarian terus diperpanjang hingga 3 hari ke depan. Tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian lima wartawan, dua awak kapal dan pemandu yang dilaporkan hilang kontak saat mendekati kawasan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Al Amrad, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengatakan, saat ini Sebanyak 20 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR). "Luas area pencarian hari ini untuk tim yaitu 3.962 nautical mile persegi. Untuk pembagian sektornya kita bagi di lima sektor,"kata dia kepada omahberita.com, Rabu (16/09/2026) pagi.

Titik lokasi perkiraan tim wartawan yang hilang di Selat Sunda. Doc: Istimewa
Titik lokasi perkiraan tim wartawan yang hilang di Selat Sunda. Doc: Istimewa

Amrad menjelaskan, kapal yang dikerahkan dalam pencarian itu terdiri dari 3 unit kapal KN SAR,2 unit RIB (Rigid Inflatable Boat) dari Basarnas, 7 unit Kapal TNI Angkatan Laut dan 8 unit Kapal Polairud Polri.

Sebelumnya, pada Senin (07/09) sekitar pukul 14.00 wib, rombongan wartawan melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Mereka naik sebuah speedboat. Data yang diterima omahberita.com menyebutkan, rombongan itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Arie Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (Jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).

Rombongan itu mengalami hilang kontak (lost contact) di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Kemudian pada pukul 18.13 WIB sempat terpantau berada di sekitar Anak Gunung Krakatau. Namun, mereka kembali hilang kontak hingga akhirnya pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB operasi SAR hari pertama mulai dilakukan.(*)

Add as a preferred source on Google
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini