Jakarta (omahberita.com),---Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport di Laut Jawa pada Minggu (13/09/2026) dinihari menyisakan duka mendalam. Hingga laporan terbaru per 16 September 2026, 108 orang dinyatakan selamat, 6 orang meninggal dunia, dan 129 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Basarnas dilaporkan telah memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 pada hari ketiga di perairan Masalembo, Laut Jawa, dengan mengerahkan 23 armada udara dan laut serta lebih dari 1.000 personel gabungan. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan penguatan operasi dilakukan dengan memaksimalkan pencarian melalui udara dan di atas permukaan laut, sekaligus melibatkan seluruh unsur serta personel yang tergabung dalam operasi SAR. “Operasi hari ini kita tetap melibatkan unsur udara, unsur laut, dan seluruh personel yang bergabung,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/09) malam.
Ia menyebutkan unsur udara yang dikerahkan bertambah satu armada dibandingkan hari sebelumnya, dari lima menjadi enam armada, setelah pesawat Boeing TNI Angkatan Udara turut dilibatkan untuk memperluas jangkauan pencarian korban KM Virgo. Enam unsur udara tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut, helikopter Panther HS 1310 TNI Angkatan Laut, pesawat Cessna 208 Caravan BNPB, serta pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.
Sedangkan dari unsur laut melibatkan 17 armada, meliputi KN SAR Laksmana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Buoyancy Boat (RBB), KRI Nala, dan KRI Pulau Fani. Kemudian Armada laut lainnya terdiri atas KRI Canopus, KRI I Gusti Ngurah Rai, KP Laksmana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhauw IX, serta TB Transcoal Pacific.
Selain itu, kata dia, Basarnas juga mengerahkan para penyelam dan drone bawah laut untuk membantu pencarian para korban hilang. Basarnas juga menyiapkan sejumlah skenario alternatif, termasuk kemungkinan membalikkan atau menarik bangkai kapal untuk membuka akses pencarian korban. "Semuanya dikerahkan untuk mendukung pencarian di wilayah operasi,"kata Syafii menambahkan.(*)
as a preferred source on Google
0 Komentar