Omah Berita Logo

Kenali Manfaat dan Resiko Penggunaan AI Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Aplikasi teknologi berbasis AI
Aplikasi teknologi berbasis AI

Jember (omahberita.com),---Rasanya kini hampir tidak ada pelajar di Indonesia yang tidak menggunakan gawai atau telepon pintar. Terutama pelajar sekolah tingkat menengah (SMP dan SMA). Pun, susah sekali kita mendapatkan mahasiswa Indonesia yang tidak memegang dan menggunakan gawai lengkap dengan internetnya.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1950 oleh John McCarthy, AI atau kecerdasan buatan alias Akal Imitasi terus mengalami perkembangan pesat. AI yang pada awalnya hanya dapat melakukan tugas-tugas sederhana berdasarkan pada aturan-aturan dan instruksi yang telah diprogramkan secara eksplisit, Hingga pada saat ini AI dapat melakukan tugas – tugas yang sulit manusia dalam beragam sektor seperti menjawab pertanyaan, membuat gambar, video di bidang ekonomi, musik dan pendidikan.

Penggunaan Teknologi AI dalam dunia pendidikan. Doc AI Center Indonesia
Penggunaan Teknologi AI dalam dunia pendidikan. Doc AI Center Indonesia

Perkembangan teknologi AI diakui telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam proses pembelajaran pelajar dan mahasiswa. AI merupakan sebuah teknologi komputer yang dapat meniru kemampuan manusia dalam berpikir dan menyelesaikan tugas secara cepat dan tepat. Dengan kelebihan itu, banyak sekali orang yang memanfaatkan AI untuk menyelesaikan tugas tugas mereka termasuk pelajar dan mahasiswa.

Lalu, apa saja manfaat dan resiko penggunaan AI oleh pelajar dan mahasiswa itu? Berikut poin-poin penting dari beberapa penelitian yang dihimpun tim omahberita.com.

Manfaat

1. Mempermudah tugas.

Tugas-tugas bagi pelajar, guru, mahasiswa dan dosen menjadi lebih mudah dikerjakan. AI dapat melakukan evaluasi ujian, tugas, dan kuis secara otomatis. AI juga dapat merekomendasikan materi pembelajaran yang relevan berdasarkan minat dan tingkat pemahaman siswa dan mahasiswa. AI dapat memberikan alternatif jawaban suatu soal atau persoalan yang tidak didapat dari sumber lain seperti perpustakaan.

2. Meningkatkan produktifitas.

Secara langsung dan tidak langsung, pemanfaatn AI diakui bisa mendongkrak produktifitas akademik pelajar dan mahasiswa. Dalam banyak tugas akademik maupun ekstra kurikuler, penggunaan AI diakui sangat membantu dan memotivasi pejalar dan mahasiswa untuk berkompetisi dan berkreasi. Sejumlah riset menunjukkan penggunaan AI membantu pelajar dan mahasiswa seperti dalam menerjemaahkan literatur asing, pengayaan kosa kata, memperbaiki tata bahasa.

3. Memperluas akses informasi, referensi dan materi pendidikan.

Pemanfaatn AI dalam dunia pendidikan membuat akses pelajar dan mahasiswa tidak lagi terbatas waktu dan tempat. Mereka bisa mengakses informasi, referensi dan materi pendidikan kapan saja dan dimana saja.

Resiko

1. Kecanduan dan Ketergantungan.

Penggunaan AI secara berlebihan, sangat berpotensi membuat pelajar dan mahasiswa menjadi kecanduan dan ketergantungan. Hal ini tidak saja berdampak secara fisik seperti gangguan kesehatan mata, tapi juga gangguan psikis seperti sikap pragmatis. Kemajuan kecerdasan buatan (AI) diakui sejumlah riset telah mengubah pola berpikir pelajar dan mahasiswa dalam menghasilkan ide-ide kreatif. Pasalnya, teknologi AI yang dapat menghasilkan teks, gambar, dan ide secara instan membuat pelajar dan mahasiswa semakin bergantung pada alat digital itu.

2. Menurunnya kemampuan Analisis dan Kritis.

Sejumlah riset menyebutkan penggunaan AI secara berlebihan mengurangi kemampuan pelajar dan mahasiswa untuk berpikir kritis dan menemukan solusi secara mandiri. Pelajar dan mahasiswa cenderung hanya menyalin jawaban yang diperoleh melalui AI tanpa melakukan proses analisis yang mendalam. Dalam beberapa kasus bahkan menumbuhkan banyak kasus plagiarisme dan pelanggaran aturan dan etika akademis.

3. Perubahan pola pikir

Pemanfaatan teknologi Ai secara berlebihan, diakui menggeser bahkan mengubah pola pikir pelajar dan mahasiswa. Secara bertahap telah erjadi perubahan pola pikir di kalangan pelajar dan mahasiswa bahwa AI dianggap mampu menggantikan semuanya, termasuk menggantikan peran guru, dosen dan lingkungan akademik tepat mereka belajar.

Lantas apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengantisipasi potensi resiko penggunaan AI yang tinggi? Perlu upaya serius multi pihak untuk memastikan adanya keseimbangan penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Untuk memastikan bahwa AI dapat digunakan secara optimal tanpa mengurangi kreativitas pelajar dan mahasiswa, institusi pendidikan perlu menerapkan kebijakan yang jelas mengenai pemanfaatan teknologi ini. Salah satu langkah strategis adalah menetapkan pedoman etis dalam penggunaan AI, yang mengatur batasan serta tanggung jawab pelajar dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi ini.

Menurut panduan yang diterbitkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, AI harus digunakan secara bijak agar tetap menjaga integritas akademik dan pengembangan keterampilan berpikir kritis (Indonesia.go.id,n.d). Dengan adanya pedoman ini, pelajar dan mahasiswa tidak hanya memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pencarian informasi, tetapi juga tetap dituntut untuk melakukan analisis mendalam serta refleksi kritis dalam proses pembelajaran mereka.

Selain itu, pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan AI dan kreativitas menjadi solusi penting dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pemikiran mandiri. Institusi pendidikan dapat merancang pelajaran dan mata kuliah yang tidak hanya mengajarkan cara menggunakan AI secara teknis, tetapi juga menekankan evaluasi kritis terhadap hasil yang dihasilkan oleh AI.

Yang tak kalah penting adalah pelatihan keterampilan berpikir kritis dan evaluasi AI menjadi solusi jangka panjang yang harus diterapkan di semua sekolah dan perguruan tinggi. Pelajar dan Mahasiswa harus diberikan pemahaman tentang potensi dan keterbatasan AI, termasuk bagaimana teknologi ini dapat memberikan bias dan dampak negatif penggunaannya secara berlebihan (*).

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement