Jakarta (omahberita.com).---Tak seorang pun manusia di dunia ini yang tak ingin hidup bahagia. Setiap detik dalam hidup ini, rasanya tak pernah lepas dari keingin untuk bahagia, dan lebih bahagia. Beragam upaya ditempuh manusia untuk meraih kebahagiaan, mulai dari hal-hal sederhana hingga yang paling mewah nan kompleks.
Laurie Santos, seorang pakar kebahagiaan Universitas Harvard menyatakan bahwa rasa bahagia tak selalu harus dengan hal-hal mahal nan mewah. Di laman CNBC dia mengungkapkan bahwa selama ini sering kali kita mengejar harta benda, ketenaran, hingga penghargaan profesional di tempat kerja, tapi mengorbankan hal-hal sederhana yang sebenarnya penting. "Banyak hal sederhana seperti tidur, berolahraga, berkumpul dengan teman dan keluarga. Sederhana tapi bisa mendatangkan kebahagiaan tersendiri,"katanya.
Dia lalu menyatakan 3 kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan untuk meraih kebahagiaan setiap hari. ketiga hal itu, kata dia, telah terbukti secara ilmiah mendatangkan kebahagiaan. Berikut penjelasannya.
1. Membikin Jurnal Rasa Syukur
BUkan seperti jurnal ilmiah, tapi cukup semacam diary sederhana. Kita bisa menuliskan hal-hal sederhana yang dalami sehari-hari seperti bangun tidur dengan badan bugar, perjalanan yang lancar dan pertemuan dengan orang-orang sepanjang jalan. Menurut penelitian, dengan menuliskannya, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan fisik.
Tak perlu berlama-lama, cukup 15 menit per hari ungkapkanlah rasa syukur itu lewat tulisan. Cukup 5 hari dalam sepekan. Cukup 20 hari dalam sebulan. "Nanti akan anda rasakan perbedaan dengan keaadaan sebelumnya,"ucapnya.
2. Perbaiki Kualitas dan Kuantitas Tidur
Mulailah mengurangi jam begadang. Setidaknya, 7 jam tidur setiap malam akan dapat meningkatkan kinerja otak, suasana hati, dan mengurangi risiko penyakit berbahaya seperti jantung dan demensia. Jam tidur yang cukup dan berkualitas, akan mengatasi masalah kesehatan mental. "Terutama bagi pekerja keras, anak sekolah dan mahasiswa,"katanya.
3. Berbicara dengan Tatap Muka
Berbicara atau mengobrol dengan tatap muka langsung, berbeda dnegan berbicara lewat telepon atau media sosial. Pertemuan dan obrolan diselingin guyonan,kata Laurie, akan mengusir rasa kesepian karena proses interaksi atau sosialisasi. Tak perlu lama-lama, maksimal 1 jam saja. "Kamu juga akan menemukan inspirasi dan insigt baru setelah pertemuan dan orolan itu,"katanya.(*)
as a preferred source on Google
0 Komentar