Jember (omahberita.com) - Di antara toko oleh-oleh, Toko Roti Jeannette adalah toko roti yang memiliki perjalanan panjang di Jember. Berdiri sejak 1935, toko roti di jalan PB Sudirman No. 2o itu telah melewati masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, dan hingga kini memasuki usia 91 tahun.
Nama Jeannette diambil dari nama Siana, putri pendiri toko. Sejak awal berdiri, Toko Roti Jeannette telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jember dan terus mempertahankan resep serta cita rasa yang menjadi ciri khasnya.
Pada era kolonial Belanda, Toko Roti Jeannette menjadi salah satu distributor roti tawar bagi warga Belanda. Penjualan saat itu dilakukan menggunakan sistem kupon. Namun, perjalanan usaha tersebut sempat menghadapi kendala ketika Jepang menduduki Indonesia. Produksi roti terhenti karena tepung sulit didapatkan. Agar tetap dapat bertahan, usaha tersebut kemudian beralih menjual kacang.
Memasuki generasi kedua, Oma Siana membawa pengalaman yang diperolehnya dari Belanda untuk mengembangkan resep roti. Salah satu resep yang hingga kini masih dipertahankan adalah roti kismis. Resep tersebut dikenal menggunakan banyak kuning telur. Roti Jeannette juga tidak menggunakan pengawet dan pemutih sehingga menghasilkan cita rasa roti jadul yang menjadi ciri khasnya dan tentunya tidak bahaya bagi kesehatan.
Resep yang telah diwariskan selama beberapa generasi tersebut hingga kini masih dipertahankan. Toko Roti Jeannette sekarang diteruskan oleh Stefanie Wong sebagai generasi ke-4. Bagi Toko Roti Jeannette, mempertahankan resep lama bukan sekadar menjaga cita rasa. Resep tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang toko roti yang telah bertahan melewati berbagai masa.
Bagi banyak warga Jember, Roti Jeannette juga bukan sekadar makanan. Roti tersebut menjadi bagian dari kenangan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perjalanan selama 91 tahun membuat Toko Roti Jeannette tidak hanya dikenal melalui produknya, tetapi juga melalui cerita yang melekat di balik setiap resep. Dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga generasi ke-4, cita rasa roti jadulnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari perjalanan kuliner Jember.
as a preferred source on Google
0 Komentar