Omah Berita Logo

4 Langkah Atasi Kecanduan Tap-tap Layar Gawai

4 Langkah Atasi Kecanduan Tap-tap Layar Gawai

4 Langkah Atasi Kecanduan Tap-tap Layar Gawai

Jember(omahberita.com),--Menyentuh dan mengetuk layar ponsel pintar, jam tangan pintar dan tablet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, berkomunikasi, mencari hiburan, hingga mengisi waktu luang, banyak aktivitas kini dilakukan melalui layar. Namun, penggunaan teknologi juga perlu diperhatikan ketika mulai menggantikan aktivitas lain yang penting, seperti berinteraksi langsung dengan orang lain, menjalani hobi, beristirahat, atau sekadar memiliki waktu untuk diri sendiri.

Jake Ernst, seorang Psikoterapis dalam percakapan yang dikutip Psychology Today, mengajak kita untuk tidak hanya menghitung berapa lama waktu yang dihabiskan di depan layar, tetapi juga melihat hal lain yang mungkin bisa dilakukan saat menggunakan gawai dan apa yang mungkin tergantikan karenanya. Menurutnya, kebiasaan tap-tap layar gawai sebenarnya bukan sesuatu yang tidak bisa diubah. Dengan lebih menyadari pola penggunaan perangkat digital, kita dapat mulai memberi ruang bagi aktivitas dan hubungan yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Jake mengajak kita melakukan 4 hal ini untuk mengurangi ketergantungan pada layar gawai:

1. Kenali alasan saat mengambil ponsel atau jenis gawai lainnya.

Coba sejenak pikirkan alasan mengapa Anda mengambil ponsel. Apakah karena bosan, sedang stres, membutuhkan teman, atau ingin mengalihkan perhatian dari emosi yang tidak menyenangkan? Sebelum membuka media sosial atau aplikasi lain secara otomatis, berhenti sejenak dan tanyakan kepada diri sendiri, “Mengapa saya mengambil dan mengusap layar ponsel sekarang?”

Mengenali alasan di balik kebiasaan itu, kata Jake, dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap pola penggunaan gawai. Dari sana, kita memiliki kesempatan untuk menentukan apakah benar-benar membutuhkan layar atau justru membutuhkan hal lain.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement