Kisah Jalur Kereta Jember-Panarukan; Hidup, Mati, dan Akan Reaktivasi
Catatan R Broersma dalam bukunya, Besoeki Een Gewest in op Komst yang terbit di Amsterdam tahun 1912 menyebutkan bahwa saat itu, SS mendatangkan sebanyak 20 unit lokomotif uap C15 dari perusahaan pembuat kereta api Hartmann (Jerman) dan Werkspoor (Belanda). sejumlah jalur (rel) dan stasiun kereta api pun mulai dibangun untuk menghubungkan Jember dan sekitarnya seperti Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo. Di jalur Jember-Bondowoso-Situbondo, didirikan sedikitnya 17 stasiun yaitu Stasiun Kalisat, Adjoeng (Ajung),Soekasari (Sukosari), Soekowono (Sukowono), Tamanan, Groedjoegan (Grujugan), Nangkaan, Bondowoso, Tangsil, Bonosare (Wonosari),Tapen, Pradjekan, Widuri, Kalibagor, Soemberkolak,Triboengan, dan terakhir Stasiun Panaroekan.
