Jakarta(omahberita.com),-Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan hasil penetapan pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang ditandatangani pada 17 September 2026 lalu.
Dari total nilai komitmen pasti tiga tahun pertama untuk keenam blok sebesar US$141,51 juta serta akumulasi bonus tanda tangan sebesar US$1,6 juta, PT Nations Petroleum menyumbang porsi investasi terbesar melalui mekanisme penawaran langsung (direct offer). Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo tersebut mengamankan WK Natuna D-Alpha dengan nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$103,30 juta (sekitar Rp1,83 triliun dengan asumsi kurs Rp17.730 per dolar AS) dan bonus tanda tangan sebesar US$200.000 (sekitar Rp3,55 miliar).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengabarkan bahwa produksi gas dari Blok Natuna kini resmi dialihkan 100% untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebelumnya, sebagian pasokan gas dari wilayah tersebut disalurkan ke Singapura.
"Alhamdulilah, untuk pertama kalinya sejak Indonesia Merdeka gas alam dari Laut Natuna yg selama ini 100% mengalir ke Singapura, tadi pagi dini hari akhirnya mengalir kepangkuan ibu pertiwi," kata Djoko (29/20/2026).
Menurutnya, upaya mengalirkan gas Natuna untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bukan perkara mudah. Proses tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu dekade dan menghadapi berbagai hambatan sebelum akhirnya terealisasi.
"Butuh waktu 10 tahun lebih, banyak pihak yang terus menghambat dengan segala upaya untuk mengalirkan gas milik negara RI, namum dengan Kepemimpinan Pak Mentri Bahlil hambatan-hambatan tersebut dapat di tumpas dan diberantas habis," kata dia.
Pengaliran gas tersebut kini mulai terealisasi melalui infrastruktur pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping. Pada Selasa (27/10/2026), PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai menyalurkan gas bumi dari Natuna ke Batam untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam.
Pasokan gas tersebut mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pengaliran dimulai pada pukul 00.25 WIB dan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 15 MMSCFD menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB.
Penyaluran ini juga menjadi penopang kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana (turnaround) fasilitas Jambi Merang yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.
Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto mengatakan, pengoperasian jalur WNTS–Pemping merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur tersebut. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat akses gas bumi bagi kebutuhan domestik.


as a preferred source on Google
0 Komentar