Batam (Omahberita.com) – Pemadaman listrik total atau blackout melanda Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10/2026) dan berdampak pada 411.219 pelanggan. Sehari setelah kejadian, keberadaan sejumlah monyet di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, menjadi perhatian di tengah penelusuran penyebab gangguan oleh PLN Batam.
Pantauan TribunBatam.id pada Selasa (13/10/2026) sore menunjukkan sejumlah petugas teknis berada di dalam area gardu induk. Mereka terlihat berkumpul di dekat mobil operasional berwarna putih.
Namun, aktivitas tersebut hanya dapat diamati dari luar pagar pembatas. Media belum memperoleh izin memasuki kawasan gardu sehingga belum dapat memastikan apakah kegiatan para petugas berkaitan dengan pemeriksaan pascagangguan atau pekerjaan rutin.
Petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk menyampaikan bahwa peliputan di dalam area belum diizinkan karena belum ada arahan dari pimpinan. Pembatasan tersebut juga berkaitan dengan prosedur keselamatan di lingkungan instalasi kelistrikan bertegangan tinggi.
Gardu Induk Sungai Harapan merupakan salah satu lokasi yang disebut PLN Batam sebagai titik dugaan awal terjadinya gangguan.
Monyet Terlihat Disekitar Gardu
Dari luar pagar, sejumlah monyet terlihat duduk dan berlarian di sekitar jalan menuju gerbang utama gardu induk. Berdasarkan perkiraan dari lokasi pantauan, hewan-hewan tersebut berada sekitar 150 meter dari titik operasional gardu.
Keberadaan monyet itu menjadi salah satu temuan di sekitar kawasan tersebut. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa monyet-monyet tersebut terlibat dalam gangguan listrik yang menyebabkan blackout di Batam.
Warga sekitar disebut telah lama mengetahui keberadaan monyet di kawasan tersebut. Karena itu, kemunculan hewan-hewan tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan peristiwa pemadaman listrik. Sementara itu, manajemen PT PLN Batam menyampaikan bahwa gangguan listrik yang meluas diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan.
Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan dugaan tersebut masih merupakan indikasi awal. Jenis hewan yang dimaksud maupun penyebab pasti gangguan belum dipastikan. Menurut Yoga, masuknya hewan liar diduga menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga memengaruhi pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam.
Tim teknis bersama pihak berwenang masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Pemadaman listrik total di Batam mulai terjadi sekitar pukul 06.37 WIB pada Senin (12/10/2026). Gangguan tersebut berdampak pada 411.219 pelanggan dan menghambat aktivitas masyarakat.
PLN Batam kemudian melakukan pemulihan pasokan listrik secara bertahap. Proses tersebut meliputi pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, serta penormalan jaringan transmisi dan distribusi.
PLN Batam menyatakan seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah kembali normal. Pemulihan kemudian dilanjutkan pada jaringan distribusi hingga pasokan listrik bagi seluruh pelanggan terdampak kembali menyala.
Setelah proses pemulihan, petugas teknis dan operasional tetap disiagakan untuk memantau kondisi sistem kelistrikan serta menjaga keandalan pasokan listrik. Meski pasokan listrik telah dipulihkan, penyebab pasti blackout masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. PLN Batam juga belum memastikan jenis hewan liar yang diduga memicu gangguan tersebut.
Dengan demikian, keberadaan monyet di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan masih sebatas temuan di lokasi pantauan dan belum terbukti berkaitan dengan pemadaman listrik yang melanda Batam.

as a preferred source on Google
0 Komentar