Jakarta(omahberita.com),- Pemerintah Singapura mengirimkan peringatakan keras Preventive Measure Notice (notis tindakan pencegahan) kepada 7 perusahaan di Indonesia yang lahan konsesinya diduga bertanggungjawab dengan kebakaran penyebab kabut asap lintas batas. Peringatakan itu disampaikan melalui Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA).
Seperti dilansir Channel News Asia (CNA), Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengatakan pemerintah Singapura memiliki dasar hukum untuk menindak perusahaan yang menyebabkan atau berkontribusi terhadap pencemaran kabut asap melalui Transboundary Haze Pollution Act yang berlaku sejak September 2014. Aturan tersebut memungkinkan tindakan hukum terhadap perusahaan terkait, termasuk ketika aktivitas yang memicu pencemaran berlangsung di luar negeri.
Meski mempertimbangkan langkah hukum, Fu berharap Indonesia mampu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang sulit akibat fenomena El Niño. Ia mengakui persoalan tersebut kompleks dan menyatakan Singapura siap membantu apabila diperlukan.
"Ini merupakan tahun yang sangat sulit karena El Nino. Cuacanya sangat kering, dan kami tahu persoalannya sangat kompleks. Kami berharap mereka berhasil dan siap membantu jika kami bisa," ujarnya.
Fu juga menyebut Singapura menantikan pembahasan mengenai kabut asap bersama negara-negara anggota ASEAN. Menurutnya, tawaran bantuan kepada Indonesia masih terbuka, meskipun belum ada perkembangan terbaru terkait kemungkinan pelaksanaannya.
"Tawaran bantuan kami tetap terbuka, dan kami sangat senang berdiskusi dengan rekan-rekan kami jika mereka menginginkannya," kata Fu.
Mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan, Fu mengatakan Singapura menawarkan bantuan secara umum dan siap menyesuaikannya dengan kebutuhan Indonesia. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan harus relevan dengan kondisi di lapangan.
"Kami menawarkan bantuan secara umum dalam bentuk apa pun yang mereka anggap sesuai dan dibutuhkan. Kami ingin bantuan kami relevan, sehingga pada dasarnya kami telah menyampaikan tawaran bantuan secara terbuka," ujarnya.(*)


as a preferred source on Google
0 Komentar