Omah Berita Logo

13 Orang Tewas dalam Serangan di Riyadh, Jemaah Umrah Indonesia Diimbau Tetap Tenang

Jamaah beribadah di Makkah, (sc: pinterest)
Jamaah beribadah di Makkah, (sc: pinterest)

Jakarta (Omahberita.com) - Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 10–11 Oktober 2026 menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Menyusul insiden tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan status penerbangan sebelum berangkat.

Berdasarkan informasi yang didapat Omahberita dari Tribunnews.com, serangan pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang. Serangan lanjutan pada Minggu (11/10/2026) kembali menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka.

Otoritas setempat menghentikan operasional bandara setelah serangan terbaru. Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah maupun calon jemaah yang masih menunggu jadwal keberangkatan.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan otoritas setempat.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Ia juga mengingatkan WNI agar membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di kawasan yang terdampak perkembangan situasi keamanan. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Jamaah Umrah Diminta Berkoordinasi dengan Pihak Travel

Bagi jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Koordinasi diperlukan untuk memantau kondisi jemaah, memperoleh informasi perjalanan terbaru, dan mengikuti arahan keselamatan.

PPIU juga diharapkan memastikan kondisi jemaah tetap terpantau serta menyampaikan informasi penting secara berkala. Selain itu, WNI di Arab Saudi diminta memantau informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri. Langkah tersebut penting agar jemaah memperoleh informasi yang jelas mengenai situasi keamanan dan perubahan ketentuan perjalanan.

Calon Jamaah Umrah diminta Pastikan Status Penerbangan

Imbauan juga ditujukan kepada calon jemaah umrah yang belum berangkat ke Arab Saudi. Mereka diminta memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak travel untuk memastikan jadwal serta status penerbangan.

Ichsan mengingatkan calon jemaah agar tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Kepastian keberangkatan perlu diperoleh melalui penyelenggara perjalanan dan sumber resmi.

“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.

Berdasarkan data Siskopatuh Kementerian Agama yang dikutip dalam laporan tersebut, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta orang per tahun. Jumlah itu menunjukkan besarnya mobilitas jemaah Indonesia menuju Arab Saudi.

Di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut, jemaah diharapkan tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti informasi resmi. Calon jemaah juga perlu memastikan kepastian penerbangan sebelum berangkat agar dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal perjalanan.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement