Omahberita.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyoroti hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura yang dinilainya lebih banyak memberikan keuntungan bagi negara tetangga tersebut.
Said Didu bahkan menyebut Indonesia selama ini menjadi 'sapi perah' Singapura. Pandangan tersebut disampaikan saat membahas hubungan ekonomi kedua negara, terutama dalam sektor bahan bakar minyak (BBM), investasi, dan perdagangan komoditas.
Menurut Said Didu, ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap Singapura perlu dilihat dari sudut pandang berbeda. Ia menilai Indonesia juga memiliki posisi penting sebagai pasar bagi sejumlah produk dan kegiatan ekonomi Singapura.
BBM Singapura Dinilai Bergantung pada Pasar Indonesia
Salah satu hal yang disoroti Said Didu adalah hubungan perdagangan BBM antara Indonesia dan Singapura.
Ia membantah anggapan bahwa Indonesia sepenuhnya bergantung pada pasokan BBM dari Singapura. Menurutnya, kilang minyak di negara tersebut juga membutuhkan pasar Indonesia untuk menyerap produk yang dihasilkan.
"Karena Singapura membangun kilang itu bukan untuk konsumsi di Singapura, tapi konsumsi di Indonesia. Jadi apabila Indonesia menutup atau mengurangi pembelian BBM dari Singapura, maka kilang mereka yang bangkrut, bukan Indonesia yang susah," kata Said Didu.
Ia menilai pengurangan pembelian BBM oleh Indonesia berpotensi memberikan dampak terhadap industri kilang di Singapura.
Investasi Singapura di Indonesia Ikut Disorot
Selain BBM, Said Didu juga mempertanyakan keuntungan yang diperoleh Singapura dari aktivitas investasi di Indonesia.

as a preferred source on Google
0 Komentar