BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...

Pelari Jember Raih Juara UTMB 2026 di Prancis

Ahmad Nizar, pelari asal Mayang (sumber gambar: Radar jember)
Ahmad Nizar, pelari asal Mayang (sumber gambar: Radar jember)

Omah Berita (Jember) – Akhmad Nizar, pelari ultratrail asal Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menorehkan prestasi di ajang Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) 2026 di Prancis. Ia berhasil menyelesaikan kategori CCC dengan jarak 101 kilometer dan menjadi pelari Indonesia tercepat kedua dalam perlombaan tersebut.

Nizar menuntaskan lintasan ekstrem itu dalam waktu 17 jam 36 menit 13 detik. Pencapaian tersebut semakin istimewa karena ia mengibarkan bendera Merah Putih saat mencapai garis finis.

Ia dikenal sebagai salah satu pelari trail papan atas Indonesia dengan skor performa ITRA (International Trail Running Association) yang sangat tinggi (mencapai 693), menjadikannya bersaing ketat di kelas elite

Kategori CCC merupakan salah satu bagian dari rangkaian UTMB yang mempertemukan pelari ultratrail dari berbagai negara. Lomba tersebut berlangsung di kawasan Chamonix, Prancis, dengan medan yang menuntut ketahanan fisik dan mental peserta.

Bagi Nizar, keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum tampil di level internasional. Ia sebelumnya mengikuti sejumlah perlombaan ultratrail di Indonesia dan berhasil mencatatkan beberapa prestasi.

Di antaranya, Nizar meraih posisi ketiga dalam Trail of the Kings by UTMB pada kategori 100 kilometer. Ia juga pernah menjadi peringkat kedua pada Merumatta Coast Trail 50 kilometer serta menempati posisi keempat dalam Madiun Ultra 71 kilometer.

Catatan prestasi tersebut turut memperkuat rekam jejak Nizar sebelum berlaga di UTMB Prancis. Berdasarkan data International Trail Running Association (ITRA), Nizar memiliki indeks performa 695. Ia juga tercatat telah mengikuti berbagai perlombaan dengan jarak dan tingkat kesulitan yang beragam.

Keberhasilan Nizar di Prancis menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Jember sekaligus menunjukkan kemampuan pelari daerah untuk bersaing di kompetisi ultratrail tingkat internasional.

Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa konsistensi mengikuti berbagai perlombaan dan menghadapi lintasan dengan tingkat kesulitan tinggi dapat menjadi modal penting bagi atlet untuk menembus kompetisi yang lebih besar.(*)

Add as a preferred source on Google
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini