Jember(omahberita.com),-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terusa terjadi dalam sepekan terakhir di Jawa Timur. Menurut data BPBD Jawa Timur, karhutla terjadi di kawasan 4 gunung yakni Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Sigiran, dan Gunung Argopuro. Penyebab kerbakaran itu, masih dalam penyelidikan. Kawasan gunung-gunung itu pun dinyatakan ditutup untuk pendakian.
"Sejauh ini, karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang meluas sampai 736,8 hektare,"kata Satriyo Nurseno Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Satriyo mengatakan, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan. Hingga pukul 12.00 WIB, kata dia, pemantauan secara visual masih terlihat kepulan asap di Area Pecalukan (Kop Kopan) dan Bukit Limas, dan terpantau api mengarah ke wilayah Tretes.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman secara manual dan memantau perkembangan titik api di sejumlah lokasi. Dalam upaya penanganan karhutla Arjuno-Welirang, sebanyak 64 personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman darat.
Untuk mencegah rambatan api supaya tidak mendekat ke permukiman, petugas telah melakukan penyekatan. Petugas menyebut jarak titik api dari permukiman warga diperkirakan hanya sekitar 2–3 kilometer.
“Sampai saat ini, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung dan tidak ada laporan korban jiwa,” ucapnya.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di wilayah Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kebakaran ini terjadi sejak sepekan lalu, Selasa (13/10/2026) lalu. Satriyo mengatakan, jarak titik api dari permukiman warga di kawasan disebur sekitar 5-6 km. Aktivitas masyarakat sekitar juga tidak terdampak secara langsung.
"Hari ini, tim gabungan melakukan pemantauan di sepanjang perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil pemantauan, arah pergerakan api mengarah ke wilayah Mojokerto," ucapnya.
Karhutla juga masih terpantau di kawasan Gunung Argopuro yang mencakup wilayah Kabupaten Situbondo, Probolinggo, dan Jember. Satriyo mengatakan,untuk luas area karhutla di kawasan Argopuro masih dalam pendataan. Namun petugas telah mencatat vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi rumput, semak, dan cemara gunung. Petugas juga menghadapi kendala serupa dalam menangani karhutla di Gunung Argupuro.
“Medan terjal dan lokasi titik api yang sulit dijangkau sehingga pemadaman secara manual tidak dapat dilakukan di sejumlah titik,” ujar Satriyo.
(*)

as a preferred source on Google
0 Komentar