Jalur Kereta Api Kolonial Jember-Bondowoso-Situbondo Akan Dihidupkan Lagi. Bagaimana Persiapannya?

Rapat koordinasi reaktivasi jalur kereta api Kalisat-Bondowoso-Panarukan di Pendopo Kabupaten Bondowoso. Doc. Harian Merdeka
Rapat koordinasi reaktivasi jalur kereta api Kalisat-Bondowoso-Panarukan di Pendopo Kabupaten Bondowoso. Doc. Harian Merdeka

Jember(omahberita.com),---Sudah 22 tahun menjadi "jalur mati", kini jalur Kereta Api Kalisat (Jember)-Bondowoso-Panarukan (Situbondo) akan dihidupkan kembali. Rencana reaktivasi jalur kereta api yang dibangun masa kolonial itu dibahas di Pendopo Kabupaten Bondowoso Senin (21/9/2026) lalu. Hadir dalam pertemuan itu pemerintah pusat yang diwakili Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Pertemuan itu menyepakati dukungan penuh dari tiga pemerintah kabupaten yang dilalui jalur kereta yakni Pemkab Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Para pihak yang terlibat dalam pertemuan itu menyepakati reaktivasi jalur kereta yang dinilai sangat strategis. Jalur KA Kalisat–Panarukan itu sangat dianggap berpotensi mendukung integrasi antarmoda, terutama dengan Pelabuhan Panarukan, sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan seperti Ijen Geopark.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid mengatakan, tiga pemerintah daerah itu telah melakukan berbagai langkah untuk mendorong realisasi rencana reaktivasi jalur kereta api peninggalan pemerintah kolonial Belanda itu." Tiga pemda sudah sama-sama bergerak menyambut rencana reaktivasi. Dan kami juga siap memberikan dukungan, baik itu dukungan politis, teknis, sosial dan dukungan lainnya,"kata dia.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement