Maraknya pementasan sound horeg, terutama di Jawa Timur berpotensi besar menimbulkan dampak negatif secara medis. Menurut dr. Norman Hadi, Sp.B, dampak sound horeg setidaknya mengancam kesehatan jantung dan otak.
Suara di atas 85 dB, menurut dr. Norman, bisa memicu respon "fight or flight" alias stres . Tubuh melepas hormon stres yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. “Jika sering terpapar, bisa menyebabkan hipertensi kronis, gangguan irama jantung, hingga meningkatkan risiko serangan jantung,” kata dia, Selasa (02/09/2026).
Selain mengganggu kesehatan jantung, sound horeg juga sangat berpotensi mengganggu kesehatan otak pendengarnya. Secara medis, kata dia, stres akustik akan mengaktifkan sistem saraf simpatis dan poros HPA (kelenjar hipotalamus -pituitari-adrenal) di otak .
Pelepasan hormon stres terus-menerus dapat memicu peradangan saraf yang berkontribusi pada gangguan kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas tidur .”Pada anak-anak, paparan ini bahkan bisa mengganggu perkembangan otak, terutama area yang mengatur fungsi bahasa dan belajar,” kata ahli bedah itu.
as a preferred source on Google

0 Komentar