Awas, Pengguna Vape Rentan Terserang Paru-paru dan Diabetes

Pengguna Vape
Pengguna Vape

Jakarta(omahberita.com),--Anda pengguna vape? Berhati-hatilah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengungkap dampak kesehatan yang kemungkinan besar akan diderita oleh penggunaan vape. Menurut kepala BRIN, Arif Satria hasil pengujian yang dilakukan BRIN menunjukkan bahwa penggunaan vape rentan terserang paru-paru dan diabetes. "Secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, vape berdampak kepada kesehatan, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas," kata Arif seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2026).

Selain itu, kata Arif, vape juga bisa menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan untuk penyalahgunaan narkoba sehingga perlu diantisipasi. Terkait hal itu, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengkaji berbagai regulasi terkait. "Karena vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi," ujarnya.

BRIN, kata Arif, akan segera merampungkan kajian khusus terkait penggunaan vape. Kajian didukung dengan hasil riset dan naskah akademik sebagai dasar penyusunan kebijakan. "Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba," jelas dia.

Penelitian terbaru menemukan vape rasa buah, terutama mangga dan semangka, berkaitan dengan perubahan aktivitas ribuan gen yang selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit.(Pixabay) Sebelumnya diberitakan, merujuk hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011 menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik 0,3 persen (2011) menjadi 3 persen pada tahun 2021. Tidak hanya itu saja, prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun juga meningkat sebesar 19,2 persen. Muncul anggapan, vape atau rokok elektrik dianggap lebih sehat daripada rokok konvensional berbahan baku tembakau.

Sebuah studi pada Annual Review of Public Health juga menemukan bahwa menggunakan vape dapat membuat tubuh terkena racun dan partikel ultrafine level tinggi. Racun tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru serta penyakit kardiovaskular lainnya. Terdapat dua zat kimia yang berada dalam vape cair, yakni propylene glycol dan vegetable glycerin, dua zat tersebut juga merupakan komponen untuk mesin uap.(*)

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement